Th13n4’s Weblog

Proses Belajar Kebudayaan

Posted by: th13n4 on: Juni 6, 2008

· By MARTINA on Mar 6, 2008 | Reply

Kebudayaan merupakan keseluruhan aspek pemikiran manusia yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk tindakan yang akan menghasilkan suatu karya melalui proses pembelajaran. Apapun tindakan manusia jika dilakukan melalui proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai “kebudayaan”.
Semakin banyak seseorang belajar, semakin berkembang gagasan-gagasan atau ide-idenya, semakin banyak karya yang akan dihasilkannya dan tentunya akan semakin berbudayalah ia. Intinya ” belajar adalah kebudayaan” dan ” kebudayaan dihasilkan melalui proses belajar”. Proses belajar kebudayaan sendiri dapat dilakukan dengan mengembangkan bakat bawaan yang ada pada dirinya sejak ia lahir dalam kepribadian individualnya (internalisasi), berinteraksi dengan kebudayaan masyarakat lingkungannya (sosialisasi) dan mempelajari serta menyesuikan alam pikiran juga sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya ( enkulturasi).
Kebudayan diciptakan oleh manusia, dan akan mempengaruhi kehidupan manusia yang menciptakannya. Kebudayaan hanya ada pada mahkluk yang bernama “manusia”. Karena untuk menciptakan suatu kebudayaan memerlukan gagasan-gagasan yang akan dituangkan dalam bentuk tindakan dengan melalui “proses belajar dan proses berpikir” yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Hal ini tentu berbeda dengan binatang yang bertindak hanya dengan mengandalkan nafsu dan insting atau naluri

Bangsa Pelaut Bangsa Saudagar

Posted by: th13n4 on: Juni 6, 2008

· By MARTINA on Feb 28, 2008 | Reply

MARTINA
Seiring dengan meredupnya kejayaan islam, dimulailah penjelajahan dan sekaligus pembagian terhadap dunia baru.Bersamaan dengan itu lahirlah enthography yang menandai dimulainya perkembangan ilmu antropologi.Pada fase-fase perkembangan ilmu antropologi seakan-akan di arahkan pada kepentingan imperialisme, yakni perluasan daerah jajahan yang tak berhingga. Hal ini terlihat dari ke empat fase, terutama pada fase ketiga di mana bangsa Eropa mempelajari masyarakat daerah jajahan untuk kepentingan kolonialisme. Bangsa Eropa memanfaatkan daerah jajahan di dunia baru sebagai tempat penerapan kapitalisme dan industrialisasi. Dalam hal kapitalisme, bangsa Eropa menjadikan daerah jajahannya sebagai tempat penanaman modal. Dan dalam hal industrialisasi bangsa Eropa menjadikan daerah jajahannya sebagai tempat untuk memperoleh bahan-bahan mentah untuk kemudian diolah dan hasil produksinya dipasarkan lagi ke daerah jajahan. Tidaklah heran jika sampai sekarang bangsa Indonesia mejadi bangsa yang konsumtif. Karena sejak dari zaman penjajahan bangsa kita telah dibiasakan untuk membeli produk-produk dari luar. Padahal bahan mentahnya berasal dari negeri kita sendiri.
Industrialisasi dan kapitalisme yang merupakan akar dari imperialisme bukanlah dijalankan oleh pemerintah negara-negara Eropa secara langsung.Melainkan dijalankan oleh para saudagar Eropa yang tergabung dalam dalam perserikatan dagang saudagar seperti Inggris dengan EIC dan Belanda dengan VOC.Perseriaktan dagang saudagar tersebut mendapat hak-hak kenegaraan dari negara asalnya.Dengan hak-hak kenegaraan perseriakatan dagang tersebut dapat melakukan expansi, menguasai dan memerintah daerah-daerah jajahan. Jadi, dapat dikatakan bahwa yang menjajah bangsa-bangsa diluar Eropa termasuk Indonesia bukanlah pemerintah dari negara-negara Eropa,melainkan dijajah oleh para saudagar negara-negara Eropa.
Dalam perkembangan perekonomian bangsa Indonesia sampai sekarang masih dijajah oleh saudagar Eropa. Bahkan saudagar yang menjajah perekonomian kita bukan hanya berasal dari saudagar eropa, melainkan juga berasal dari Asia seperti Cina, Jepang , Korea dan sebagainya.Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya produk-produk dari negara Cina, Jepang , Korea dan sebagainya yang membenjiri pasar Indonesia. Padahal dulunya negara kita dan negara-negara Asia tersebut sama-sama pernah dijajah oleh saudagar Eropa. Dan yang lebih parah lagi bangsa pelaut macam Thailand yang sama-sama bangsa pelaut seperti kita juga ikut mempecundangi. Kenapa demikian ??? Kembali pada paparan diatas,bahwa pada fase-fase perkembangan ilmu antropologi telah diarahkan oleh bangsa Eropa untuk kepentingan penjajahan. Masyarakat tanah jajahan dipelajari untuk kemudian dibodohi. Tetapi bedanya adalah, bangsa-bangsa bekas jajahan yang lain dapat bangkit dari keterpurukan warisan kebudayaan penjajah sehingga tidak mudah lagi dibodohi. Berbeda dengan bangsa kita yang tidak dapat menghilangkan kebudayan buruk warisan bentukan dari para penjajah seperti kebudayaan korupsi,kebudayaan konsumtif dan sebagainya. Tidaklah heran jika bangsa kita sampai sekarang dapat dengan mudah dijajah ataupun dipecundangi oleh bangsa-bangsa lain.

oleh penguasa-penguasa golongan atas, tapi pejabat dan pegawai rendahan juga.Malahan sampai kehidupan yang paling sederhana seperti dalam kehidupan keluarga pun sering terjadi korupsi dan saling mencurangi.pokoknya sulit deh menghilangkan budaya korupsi karna ia akan terus ada selama dalam hati manusia masih penuh dengan keserakahan dan perasaan tidak pernah puas.

Pendidikan Sebagai Pendorong Kebangkitan Nasional

Posted by: th13n4 on: Juni 6, 2008

Pendidikan memiliki peranan yang sangat besar dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia. Selama masa penjajahan Belanda, bangsa Indonesia hidup dalam kemelaratan dan kebodohan akibat politik eksploitasi yang diterapkan oleh pemerintah kolonial sejak tahun 1800an. Segala kebijakan politik ekspoloitasi diarahkan pada pengerukan kekayaan bumi Indonesia untuk kepentingan penjajah. Sebagai puncak dari poltik eksploitasi adalah dengan diadakannya tanam paksa ( cultuur Stelsel).

Dengan adanya tanam paksa semakin menambah penderitaan rakyat Indonesia. Hal ini memunculkan kesadaran pada tokoh-tokoh politik Belanda, terutama yang berhaluan humanis dan sosial demokrat. Mereka menyampaikan usul kepada parlemen Belanda bahwa sudah waktunya Belanda memikirkan nasib bangsa Indonesia. Karena bangsa Belanda dinilai sudah cukup banyak mengambil kekayaan alam dari Indonesia. Mereka memaksa pemerintah Belanda untuk meninjau kembali politik kolonialnya. Pada tahun 1901 muncullah apa yang disebut dengan Polik Etis yakni politik balas budi atau hutang kehormatan bangsa Belanda kepada Indonesia.

Penganjur politik Etis adalah Van Deventer. Ia menyatakan bahwa politik Etis dapat dilaksanakan dengan Trilogi Van Deventer yang salah satu isinya adalah peningkatan pendidikan ( Education) rakyat Indonesia. Akhirnya anak-anak bumi putera mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan meskipun hanya pada tingkat yang rendah. Akan tetapi, anak-anak bumi putera yang berasal dari golongan tertantu dapat memperoleh pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Bahkan ada diantaranya yang dapat mengenyam pendidikan barat.

Pada dasarnya peningkatan kesempatan pendidikan pada anak-anak bumi putera yang diperoleh lewat politik etis hanyalah kedok belaka. Selain untuk memenuhi tuntutan kaum humanis dan sosial demokrat Belanda, pemberlakuan plotik etis di bidang pendidikan ada kaitannya dengan kepentingan politik pintu terbuka. Dengan berakhirnya politik konservatif atau politik eksploitasi dan dengan di mulainya politik pintu terbuka telah memunculkan kebutuhan akan tenaga yang terdidik dan terampil di bidang Administrasi. Oleh karena itu pendidikan di Indonesia diarahkan untuk sebesar-besarnya kepentingan Belanda. Dengan kata lain politik etis diselewengkan menjadi politik Assosiasi, artinya didalam pelaksanaannya di arahkan untuk sebesar-besarnya kepentingan Belanda.

Tilaar (1995) dalam pandangannya menyebutkan ada 5 ciri pendidikan pada masa kolonial Belanda, yaitu :

1. Sistem Dualisme

Dalam sistem Dualisme diadakan garis pemisah antara sistem pendidikan untuk golongan Eropah dan sistem pendidikan untuk golongan bumi putera.

2. Sistem Konkordansi

Sistem ini berarti bahwa pendidikan di daerah penjajah di arahkan atau disesuaikan dengan pendidikan yang terdapat di negeri Belanda.

3. Sentralisasi

Kebijakan pendidikan di Zaman kolonial diurus oleh sebuah Departemen pengajaran.

4. Menghambat Gerakan Nasional

Sistem pendidikan pada masa itu sangat selektif. Masyarakat bumi putera tidak dapat memperoleh pendidikan yang seluas-luasnya atau pendidikan yang lebih tinggi.

5. Perguruan Swasta yang Militan

Salah satu sekolah swasta yang sangat gigih menentang kekuasaan kolonial ialah sekolah-sekolah Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara.

Meskipun demikian, dengan adanya kesempatan memperoleh pendidikan walau hanya sedikit telah melahirkan elit baru bangsa Indonesaia yakni Golongan Intelektual (Golongan terpelajar). Mereka inilah yang akhirnya menjadi pelopor, penggerak, dan pemimpin pergerakan nasional menuju kebangkitan dan kemerdekaan Indonesia.

Pelopor pergerakan nasional Indonesia adalah dr. Wahidin Sudirohusodo dan dr. Sutomo. Mereka menyadari akan ketertindasan yang dialami oleh bangsa Indonesia akibat kolonialisme dan imperialisme Belanda. Salah satu cara untuk keluar dari keterpurukan itu adalah dengan meningkatkan pendidikan rakyat Indonesia. Kemudian mereka sepakat untuk mendirikan suatu organisasi dengan program perbaikan pendidikan rakyat. Organisasi tersebut didirikan pada tanggal 20 mei 1908 dengan nama Budi Utomo. Berdirinya organisasi Budi Utomo dijadikan titik tolak Kebangkitan Nasional Indonesia.

Kebudayaan Korupsi

Posted by: th13n4 on: Juni 6, 2008

· By Martina (A1A106018) on Feb 20, 2008 | Reply

Martina (A1A106018)
Ass…pak! salam kenal.Terus terang pak,dulunya sie saya takut ngebayangin naik ke semester atas dan bertemu dengan mata kuliah bapak.soalnya kata kakak tingkat tiap mata kuliah bapak selalu menggunakan internet sebagai media belajar mengajar.awalnya saya kira hal-hal yang berkaitan dengan internet itu sulit apalagi yang berkaitan dengan ngirim dan buat mail,eh…ternyata engga.Klo mau belajar pasti bisa!Ya engga pak?Ini untuk yang pertama kalinya saya menjalani proses belajar mengajar dengan dosen lewat internet.Makasih banyak deh buat bapak!
Kalau mengenai tulisan bapak saya setuju.Udah dari dulu kali budaya korupsi itu ada.korupsi bukan hanya di lakukan

·

Hello world!

Posted by: th13n4 on: Mei 30, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.