Sejak adanya manusia pertama yakni Adam, telah dimulailah sejarah perpindahan manusia. Dalam perpindahan atau migrasi manusia dari satu tempat ke tempat lainnya disertai pula dengan perpindahan atau penyebaran unsur-unsur kebudayaannya yang disebut “proses Difusi”. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dapat dibawa langsung oleh manusia yang bermigrasi secara berkelompok, atau dapat pula dibawa oleh individu-individu tertentu yang membawa unsur-unsur kebudayaannya hingga jauh sekali, seperti pedagang dan pelaut. Selain itu, penyebaran unsur-unsur kebudayaan dapat pula berdasarkan pertemuan-pertemuan antara individu dalam satu kelompok dengan individu kelompok lain. Cara penyebaran unsur-unsur kebudayaan itu beraneka ragam, bisa dengan cara kekerasan atau dengan cara damai.
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang dilakukan dengan cara kekerasan biasanya dilakukan lewat peperangan dan serangan penaklukan. Bangsa yang menaklukan akan mengkleim dirinya sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan yang lebih tinggi, lebih unggul dan benar dari pada bangsa yang ditaklukan. Kemudian dengan alasan mengangkat kebudayaan bangsa yang ditaklukan mereka menyebarkan unsur-unsur kebudayaannya yang pada kenyataannya hanyalah untuk kepentingan penjajahan. Hal ini mulai gencar terjadi di seluruh penjuru dunia pada masa “kejayaan Imperialisme Modern”.
Selanjutnya adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara ini dapat terjadi tanpa disadari oleh si penerima unsur kebudayaan tersebut. Jika dikaitkan dengan imperialisme, maka penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai dapat dikategorikan dalam imperialisme kebudayaan. Imperialisme kebudayaan merupakan imperialisme yang paling berbahaya karena imperialisme ini bersifat hendak menguasai jiwa dan pikiran manusia atau penduduk disuatu negara. jika jiwa dan pikiran manusia atau penduduk di suatu negara telah dikuasai, maka si imperialis akan dengan mudah menguasai dan mengendalikn negara tersebut tanpa perlu repot-repot melakukan peperangan dan penaklukan.
Dan yang terjadi sekarang ini adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai. Tanpa kita sadari bagsa barat telah menyebarkan unsur-unsur kebudayaannya lewat berbagai hal diantaranya lewat makanan seperti fried chicken yang pada kenyataannya adalah jenis makanan yang tidak sehat. Kemudian lewat fashion seperti pakaian yang tidak sesuai dengan kebudayaan timur. Lewat sarana imformasi seperti internet dengan situs pornonya dan lain sebagainya.
Kini tinggal kesadaran diri kita masing-masing untuk memilih dan memilah mana dari unsur-unsur kebudayaan asing yang baik untuk diambil dan mana yang tidak layak untuk diambil.
Mr WordPress:
Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.
By MARTINA
Sejak adanya manusia pertama yakni Adam, telah dimulailah sejarah perpindahan manusia. Dalam perpindahan atau migrasi manusia dari satu tempat ke tempat lainnya disertai pula dengan perpindahan atau penyebaran unsur-unsur kebudayaannya yang disebut “proses Difusi”. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dapat dibawa langsung oleh manusia yang bermigrasi secara berkelompok, atau dapat pula dibawa oleh individu-individu tertentu yang membawa unsur-unsur kebudayaannya hingga jauh sekali, seperti pedagang dan pelaut. Selain itu, penyebaran unsur-unsur kebudayaan dapat pula berdasarkan pertemuan-pertemuan antara individu dalam satu kelompok dengan individu kelompok lain. Cara penyebaran unsur-unsur kebudayaan itu beraneka ragam, bisa dengan cara kekerasan atau dengan cara damai.
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang dilakukan dengan cara kekerasan biasanya dilakukan lewat peperangan dan serangan penaklukan. Bangsa yang menaklukan akan mengkleim dirinya sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan yang lebih tinggi, lebih unggul dan benar dari pada bangsa yang ditaklukan. Kemudian dengan alasan mengangkat kebudayaan bangsa yang ditaklukan mereka menyebarkan unsur-unsur kebudayaannya yang pada kenyataannya hanyalah untuk kepentingan penjajahan. Hal ini mulai gencar terjadi di seluruh penjuru dunia pada masa “kejayaan Imperialisme Modern”.
Selanjutnya adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara ini dapat terjadi tanpa disadari oleh si penerima unsur kebudayaan tersebut. Jika dikaitkan dengan imperialisme, maka penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai dapat dikategorikan dalam imperialisme kebudayaan. Imperialisme kebudayaan merupakan imperialisme yang paling berbahaya karena imperialisme ini bersifat hendak menguasai jiwa dan pikiran manusia atau penduduk disuatu negara. jika jiwa dan pikiran manusia atau penduduk di suatu negara telah dikuasai, maka si imperialis akan dengan mudah menguasai dan mengendalikn negara tersebut tanpa perlu repot-repot melakukan peperangan dan penaklukan.
Dan yang terjadi sekarang ini adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai. Tanpa kita sadari bagsa barat telah menyebarkan unsur-unsur kebudayaannya lewat berbagai hal diantaranya lewat makanan seperti fried chicken yang pada kenyataannya adalah jenis makanan yang tidak sehat. Kemudian lewat fashion seperti pakaian yang tidak sesuai dengan kebudayaan timur. Lewat sarana imformasi seperti internet dengan situs pornonya dan lain sebagainya.
Kini tinggal kesadaran diri kita masing-masing untuk memilih dan memilah mana dari unsur-unsur kebudayaan asing yang baik untuk diambil dan mana yang tidak layak untuk diambil.