Posted by: th13n4 on: Juni 6, 2008
ยท By MARTINA on Feb 28, 2008 | Reply
MARTINA
Seiring dengan meredupnya kejayaan islam, dimulailah penjelajahan dan sekaligus pembagian terhadap dunia baru.Bersamaan dengan itu lahirlah enthography yang menandai dimulainya perkembangan ilmu antropologi.Pada fase-fase perkembangan ilmu antropologi seakan-akan di arahkan pada kepentingan imperialisme, yakni perluasan daerah jajahan yang tak berhingga. Hal ini terlihat dari ke empat fase, terutama pada fase ketiga di mana bangsa Eropa mempelajari masyarakat daerah jajahan untuk kepentingan kolonialisme. Bangsa Eropa memanfaatkan daerah jajahan di dunia baru sebagai tempat penerapan kapitalisme dan industrialisasi. Dalam hal kapitalisme, bangsa Eropa menjadikan daerah jajahannya sebagai tempat penanaman modal. Dan dalam hal industrialisasi bangsa Eropa menjadikan daerah jajahannya sebagai tempat untuk memperoleh bahan-bahan mentah untuk kemudian diolah dan hasil produksinya dipasarkan lagi ke daerah jajahan. Tidaklah heran jika sampai sekarang bangsa Indonesia mejadi bangsa yang konsumtif. Karena sejak dari zaman penjajahan bangsa kita telah dibiasakan untuk membeli produk-produk dari luar. Padahal bahan mentahnya berasal dari negeri kita sendiri.
Industrialisasi dan kapitalisme yang merupakan akar dari imperialisme bukanlah dijalankan oleh pemerintah negara-negara Eropa secara langsung.Melainkan dijalankan oleh para saudagar Eropa yang tergabung dalam dalam perserikatan dagang saudagar seperti Inggris dengan EIC dan Belanda dengan VOC.Perseriaktan dagang saudagar tersebut mendapat hak-hak kenegaraan dari negara asalnya.Dengan hak-hak kenegaraan perseriakatan dagang tersebut dapat melakukan expansi, menguasai dan memerintah daerah-daerah jajahan. Jadi, dapat dikatakan bahwa yang menjajah bangsa-bangsa diluar Eropa termasuk Indonesia bukanlah pemerintah dari negara-negara Eropa,melainkan dijajah oleh para saudagar negara-negara Eropa.
Dalam perkembangan perekonomian bangsa Indonesia sampai sekarang masih dijajah oleh saudagar Eropa. Bahkan saudagar yang menjajah perekonomian kita bukan hanya berasal dari saudagar eropa, melainkan juga berasal dari Asia seperti Cina, Jepang , Korea dan sebagainya.Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya produk-produk dari negara Cina, Jepang , Korea dan sebagainya yang membenjiri pasar Indonesia. Padahal dulunya negara kita dan negara-negara Asia tersebut sama-sama pernah dijajah oleh saudagar Eropa. Dan yang lebih parah lagi bangsa pelaut macam Thailand yang sama-sama bangsa pelaut seperti kita juga ikut mempecundangi. Kenapa demikian ??? Kembali pada paparan diatas,bahwa pada fase-fase perkembangan ilmu antropologi telah diarahkan oleh bangsa Eropa untuk kepentingan penjajahan. Masyarakat tanah jajahan dipelajari untuk kemudian dibodohi. Tetapi bedanya adalah, bangsa-bangsa bekas jajahan yang lain dapat bangkit dari keterpurukan warisan kebudayaan penjajah sehingga tidak mudah lagi dibodohi. Berbeda dengan bangsa kita yang tidak dapat menghilangkan kebudayan buruk warisan bentukan dari para penjajah seperti kebudayaan korupsi,kebudayaan konsumtif dan sebagainya. Tidaklah heran jika bangsa kita sampai sekarang dapat dengan mudah dijajah ataupun dipecundangi oleh bangsa-bangsa lain.
oleh penguasa-penguasa golongan atas, tapi pejabat dan pegawai rendahan juga.Malahan sampai kehidupan yang paling sederhana seperti dalam kehidupan keluarga pun sering terjadi korupsi dan saling mencurangi.pokoknya sulit deh menghilangkan budaya korupsi karna ia akan terus ada selama dalam hati manusia masih penuh dengan keserakahan dan perasaan tidak pernah puas.