persentuhan kebudayaan tidak akan bisa dihindari selama manusia sebagai pendukung kebudayaan saling melakukan kontak. Begitu pula dengan persentuhan kebudayaan melalui proses asimilasi atau percampuran kebudayaan. Dimana masing-masing kebudayaan yang melakukan persentuhan akan berubah sifatnya yang khas. Dalam hal ini kebudayaan minoritaslah yang akan mengubah sifat khas dari unsur-unsur kebudayaannya bahkan kehilangan kepribadian kebudayaannya, dan masuk kedalam kebudayaan mayoritas.
Hal ini telah terjadi pada suku Indian di Amerika dan Aborigin di Australia. Kedua suku ini telah kehilangan kepribadian kebudayaannya bahkan banyak yang mengira bahwa penduduk asli Amerika dan Ausstralia adalah bangsa kulit putih dari Eropa.
Namun asimilasi yang gagal ini tidak terjadi pada bangsa Indonesia. Buktinya baik pendukung kebudayaan maupun ciri khas dan kepribadian kebudayaan Indoneasia masih terjaga sampai sekarang. Padahal ketika terjadi imperialisme modern baik Indonesia, Australia, Amerika dan wilayah-wilayah lainnya di belahan dunia sama-sama menjadi sasaran ekspansi kolonial Eropa. Hal ini tentunya dapat menyadarkan kita bahwa ternyata bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat. Agar hal ini tetap terjaga, saya ingin bertanya pada anda, menurut anda apa yang menyebabkan proses asimilasi di Indonesia dapat berjalan sukses sedangkan proses asimilasi pada suku Indian di Amerika dan Aborigin di Australia mengalami kegagalan???
Mr WordPress:
Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.
By martina on Apr 2, 2008 | Reply
persentuhan kebudayaan tidak akan bisa dihindari selama manusia sebagai pendukung kebudayaan saling melakukan kontak. Begitu pula dengan persentuhan kebudayaan melalui proses asimilasi atau percampuran kebudayaan. Dimana masing-masing kebudayaan yang melakukan persentuhan akan berubah sifatnya yang khas. Dalam hal ini kebudayaan minoritaslah yang akan mengubah sifat khas dari unsur-unsur kebudayaannya bahkan kehilangan kepribadian kebudayaannya, dan masuk kedalam kebudayaan mayoritas.
Hal ini telah terjadi pada suku Indian di Amerika dan Aborigin di Australia. Kedua suku ini telah kehilangan kepribadian kebudayaannya bahkan banyak yang mengira bahwa penduduk asli Amerika dan Ausstralia adalah bangsa kulit putih dari Eropa.
Namun asimilasi yang gagal ini tidak terjadi pada bangsa Indonesia. Buktinya baik pendukung kebudayaan maupun ciri khas dan kepribadian kebudayaan Indoneasia masih terjaga sampai sekarang. Padahal ketika terjadi imperialisme modern baik Indonesia, Australia, Amerika dan wilayah-wilayah lainnya di belahan dunia sama-sama menjadi sasaran ekspansi kolonial Eropa. Hal ini tentunya dapat menyadarkan kita bahwa ternyata bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat. Agar hal ini tetap terjaga, saya ingin bertanya pada anda, menurut anda apa yang menyebabkan proses asimilasi di Indonesia dapat berjalan sukses sedangkan proses asimilasi pada suku Indian di Amerika dan Aborigin di Australia mengalami kegagalan???