Posted by: th13n4 on: Juni 6, 2008
By MARTINA
Migrasi atau perpindahan selalu terjadi di muka bumi. Individu-individu atau kelompok yang melakukan migrasi akan membawa serta unsur-unsur kebudayaannya yang kemudian akan terjadilah kontak dengan pendukung kebudayaan yang didatangi.
Pada proses akulturasi sangat dipengaruhi oleh individu-individu atau kelompok yang membawa kebudayaan serta bagaimana respon dari pendukung kebudayaan yang didatangi. Jika si pembawa kebudayaan mampu menyampaikan kebudayaannya dengan cara yang baik, tentunya akan mendapat sambutan yang baik pula dari pendukung kebudayaan yang didatangi,
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
Jadi inti dari akulturasi itu adalah terletak pada kemampuan pendukung kebudayaan yang didatangi untuk menerima dan mengolah kebudayaan asing ke dalam kebudayaannya dan kemampuan pendukung kebudayaan yang didatangi untuk mempertahankan kepribadian kebudayaannya.
Pertanyaannya adalah mampukah bangsa Indonesia melakukan hal ini?
Jawabannya adalah hampir mampu. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai contoh. Misalnya ketika bangsa India datang dengan membawa unsur-unsur kebudayaannya ke Indonesia, bangsa Indonesia menerima dan mampu mengolah kebudayaan India tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan Indonesia. Hal ini dapat diketahui dari penggunaan funsi candi sebagai makam dan bentuk atau arsitektur bangunan candi yang sangat berbeda dengan fungsi dan bentuk candi yang ada di India. Kemudian dalam segi bahasa. Banyak bahasa asing seperti India, Arab, Inggris dan yang lainnya yang diambil, diolah kemudian disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia tanpa menyebabkan hilangnya bahasa Indonesia. Banyak lagi contoh akulturasi yang mampu dilakukan bangsa ini dengan baik. Meskipun demikian, bukan berarti semua unsur kebudayaan asing yang masuk dapat di akulturasi dengan baik. Banyak juga unsur-unsur kebudayaan asing terutama dari barat dan Asia Timur yang tidak mampu di akulturasi bangsa ini. Sebagian dari unsur-unsur kebudayaan Barat dan Asia Timur ada yang langsung diterima tanpa diolah dan disesuaikan dengan kepribadian kebudayaan bangsa.
Proses akulturasi akan terus terjadi selama masih ada kontak. Terkecuali jika bangsa kita melakukan politik isolasi seperti yang dilakukan oleh bangsa Jepang dulu.
Pada dasarnya kita tidak perlu menghindari akulturasi. Akulturasi itu penting bagi perkembangan dan kemajuan kebudayaan bangsa kita. Hanya saja kita harus pandai mengolah kebudayaan asing yang masuk dan harus pandai memperthankan kepribadian kebudayaan bangsa kita. Jika hal ini dapat kita lakukan maka bangsa kita akan menjadi “bangsa yang kaya akan kebudayaa